Dia tidak pernah tau bahwa aku kuat
karena aku tak mau terpandang lemah di
hadapannya,
aku pura-pura kuat selama ini..
Memang bodoh dan memang konyol terdengar
tapi inilah aku sesosok wanita
penuh tawa
namun dibalik tawa ada tangisan yang menggerimis pipiku
dimalam hari
diruangan tertutup
Yang tak berujung bagaikan lagit biru yang tidak ada ujungnya, namun
meskipun bukan wanita sempurna, dengan segala kekuaranganku kucoba menjadi
kehebatanku, mencoba terus bangkit meski terkadang dijatuhkan
***
Marsha anak kuliahan yang asli jawa rumah di jakarta
merantau ke bandung bersama neneknya, di bandung marsha kuliah jurusan fisika
di GREEN ONE.Dibandung marsha belum lama dia baru 2tahun di bandung. Sepulang
kuliah dia suka sekali membantu neneknya yang buka warung dirumahnya,
dirumahnya Cuma ada nenek dan kakek juga bibi sama suaminya anaknya baru 1 dan
aku. 6 orang dirumah banyak banget yah, kaya dipasar malam aja
Dan bearly menyukai melina yang ternyata dia sudah
punya pacar, namun sahabatnya sendiri marsha dia menyukai bearly bertolak
belakang. Dan bearly janjian bersama melina di taman kampus.
“Ada acara apa ditaman ini?”, melani sambil
bergulayunan.
“Bukan ada acara Cuma mau mengatakan sesuatu”, bikin
penasaran melina dari bergerak gulayunannya berhenti seketika.
“mengatakan apa?”, penasarannya.
“Aku,,, aku,,,”,bearly gugup hingga gagap bicaranya.
Dan jawaban melani salah bukan maksud kesana karena dia gak ada dikampus.
“Aku bolooooos, kemaren itu aku bukan bolos, izin
karena mengantar adiku ke jakarta karena dia libur pengen pulang lagi ke
bandung Cuma main aja”,melani jawab tidak tepat sasaran.
“Bukan soal itu?”, makin deg..deg..deg..
“Soal fisika?”, pertanyaraan tawaran dilontarkan melina.
“Ya ampun bukan?”, bearly sambil menggerakan tangannya
saat bilang tidak seperti di rumah hantu saja mengangkat tangannya tinggi
banget, emangnya lagi uji nyali apa -.-
“Terus soal apa”, dengan seriusnya.
“Ya sudahlah aku, aku balik nihh”, ancamnya.
“Jangan, jangan dong tega banget kalau hal itu kamu
lakukan untuk saat ini”, ketakutan acara untuk menembaknya tidak jadi.
“Yaudah cepetan mau ngomong aja kayanya mau nunggu bis
sampe kebelet pipis, pas kembali bis nya gak ada”,diburu-buru melina .
“Iya makannya izinkan aku bicara dulu, dengerin
dulu?”, keringatnya pun mulai keluar mana panas sekali saat ini.
“Yaudah aku dengerin”,sambil melihat mata bearly
melani seakan enjoyed its okey.
“Aku Cinta, aku suka kamu melina”, Bearly dengan cool
nya.
“Maaf bearly kita udah bersahabat selama 2 tahun di
kuliahan ini, posisiku sekarang aku sudah punya pacar, dan aku tidak ingin
menyakiti perasaan pacarku, tapi aku menghargai rasa suka kamu, ku harap kita
masih bisa bersahabat, semoga kau mengerti”, sabar najong untuk bearly.
Bearly menyadari semua sentuhan perkataan yang seakan
memukul bertubi-tubi dan sabar bertubi-tubi dari sana bearly terus mengelus
dada dan tetap saja perkataan yang di taman itu tidak didengar seakan masuk
telinga kanan dan masuk telinga kiri... Bearly nekat dan terus memperhatikannya...
***
Marsha memang seorang wanita yang menjengkelkan namun
menyenangkan hingga akhirnya dia menemukan seorang 3 orang sahabat yang selalu menemaninya, yaitu melina, bearly,
lyla, mereka suka saling berbagi cerita, dan berbagi kebahagiaan. Ya? Kita
saling mencintai dan menyayangi, bagiku mencintai bukan hanya pada kekasih saja
ruang ringkup bagi marsha luas artinya, misalnya untuk orang tua, sahabat,
masyarakat, bangsa, bahkan pada ilmu pengetahuan kita harus menumbuhkan rasa
mencintai dan menyayangi dengan rasa itu pasti semangat untuk melakakukan
banyak hal. Sebaliknya, jikatidak ada rasa cinta contoh dalam pelajaran
matimatika pusing banget pelajarannya mana rumusnya rumit bikin mumet otak,
mana gurunya bawel, gak ngerti ngejelasinnya, bikin ngantuk dan bla bla bla.
Diberikan soal 2 pun tidak akan selesai-selesai yang ada bikin olab dan dikasih
pelajaran mungkin yang ada banyak alasan. Maka bersahabatlah dengan banyak hal.
Dikantin KULIAH
Setelah pagi terlewati siang pun datang dan waktunya
istirahat. Marsha melihat bearly di kantin sendiri melamun, dan mendekati..
“bearly kenapa sepertinya kau bosan, apa yang sedang
kau pikirkan? udah 2014 keles masih saja lamunanmu tinggi, ganti dong! dari
dulu kalau ada sesuatu yang tak kau dapatkan pasti saja uring-uringan, pasti
kamu punya keinginan yang belum kesampean kan, hayo ngaku?”, marsha seakan
berbicara sendiri. namun bearly tidak menjawab terus melamun dan akhirnya
dikagetkan marsha dari suara pelan dan meninggi. Seketika bearly kaget
“Hey,hey kau ini di sapa gak saut-saut sih
menyebalkan”, Karena sambil menepak pundak bearly
“kau mengagetkan ku saja, iseng banget sihh, untung
kaga jantungan, lagi diam aja dikagetin”, sambil muka manyun.
“gitu aja jantungan, lebay banget dahh, itu bukan diam
bearly itu melamun, merenung, memikirkan sesuatu”,dan bearly menganggung mengakui. Marsha terus saja
berbicara.
“Dan denger, Ini bukan tempat merenung, bukan resto
atau outlet. untuk merenung, bertapa, itu di gunung tertinggi bukan disini kau
salah tempat, mending aku pesan steak dan jus alpuket 2 oke”, marsha sambil
memesan.
“kenapa sih?
“gak kenapa-kenapa?
“Gak mungkin gak kenapa-kenapa muka asam gitu”,
“Masalah?”, flat.
“Banget? Iseng kamu tuh masalah?”
“Ini bukan soal iseng, ini soal wajahmu tidak
tercontrol, gak bawa kaca yahh, aku kasih pinjem kaca nihh?”, lansung menyimpan
kaca tepat diwajahnya.
“Kusam banget wajahku”,sambil meneliti ada yang salah
pada muka cemerutnya.
”Fakta banget kau ngomongnya, itu dia alasanku
mengagetkanmu, jangan salahkan aku, kenapa kau?”,dan akhirnya dia mulai
bercerita, dan pesanan steak dan jus sudah datang sambil makan.
“aku suka banget melina, saat aku mencoba mengatakan
suka dia berteriakasih, dan kita tetap jadi sebatas sahabat, tapi aku pengen
lebih dari sahabat “, sedihnya marsha ketika mendengar nama melina di mulut
bearly, seakan saat itu ingin langsung meninggalkan tempat dikantin, namun
marsha menarik nafas dan seakan baik-baik saja..
“huahhh, itu masalahnya?, hmm cinta itu kaya rumus
fisika terkadang sulit dipecahkan, tapi setelah terjawab semuanya, lega
bagaikan makan bakso segede mangkok.” Bearly tertawa..
“Makanan saja yang kau pikirkan dasar muka makanan,
kemaren saja aku ajak lari kau masih muka bantal kan jadi gak jadi akhirnya’’,
“jangan dulu bahas itu, ini bahas topik satu dulu
lahh, orang lagi begadang waktu itu jadi ceritanya setelah subuh aku tidur lagi
mengganti tidur yang waktu malam begadang”,sambil sentil telinga marsha.
Marsha dan bearly memang suka bercanda dan terbiasa
seperti adik dan kakak
“Gininih, orang yang gak tahu lagu rhoma
irama-begadang, begadang jangan begadang kalau tiada artinyaaaa....”, bearly
pun bernyayi karena dia memang hoby menyanyi dan di kuliahan pun dia memang
terkenal dengan suara yang merdunya suka naik panggung gitu.
Seketika bearly diam dan makan steak seperti tidak
nafsu
“jiaah, itu makan gak nafsu banget ntar kurus lho,
Sudahlah kau ini kan jurusan fisika, fisika itu udah bikin pusing, jangan kau
pusingkan jalan hidupmu ini, bebaskanlah”,
“Pinter banget sih kamu, tumbenan tahu, iya juga ya?”,
senyum-senyum sendiri. Seketika suara serius bearly keluar lagi.
“Tapi suka bingung sendiri kenapa aku suka melina,
padahal melina sudah punya pacar, tapi aku tetap sayang, dan perasaan ini
seperti teka teki yang tak akan pernah terjawab, bahkan yang tidak ada ujungnya
seperti langit dan seperti bumi berputar pada porosnya, namun berputarnya itu
bikin aku bagaikan mumetnya itu kenapa?”
“Dan kamu akan tetap cinta sama dia?”
“mungkin untuk soal cinta dia, untuk saat ini tetap
tapi sebagai cinta persahabatan, buat ku tidak masalah yang penting dia bahagia
aku pun ikut bahagia, dan bearly tetap menjadi bearly yang dia kenal, tidak
akan ada yang berubah, buat ku sulit untuk melupakan apalagi menghilangkan
sesosok melina berhati lembut dan penuh kejutan itu.”
“Apa yang kau ingin kan saat ini, dan akan kau
lakukan?”
“Aku ingin terus mengenal dia, dan ada setiap dia
butuhkan, meskipun dihatinya tidak ada aku, asal di matanya masih ada aku,
bertemu dan saling berbagi itu lebih dari cukup buatku”
***
Sepulang kuliah marsha anak rajin, dan suka membantu
nenek kakek dan keluarga di bandung, di isi harinya untuk memasak, membantu
keluarga dan kegiatan hal yang bermanfaat saja.
Ketika memasak marsha mengingat perkataan bearly tadi
siang dikantin, seakan marsha memasakpun hanya menyiapkan untuk keluarganya
marsha Cuma makan sedikit saja. Tidak nafsu untuk makan pun.
Dikamar
Marsha berlari ke kamar dan membantingkan tubuhnya ke
kasur dan menulis curahannya di deary tersayangnya, karena marsha seseorang
yang bijak, baik, pintar, dan sedikit manja juga berperasaan.
ISI DEARY..
“Dear Deary,
Sakit rasanya, ya memang sakit
orang yang aku sukai menyukai orang
lain
cinta bertepuk sebelah tangan, ya mungkin
ini
versi ku saat ini melankolis
air mata ini seakan tidak ada
artinya
tapi ini membuatku lebih baik...
Dear Deary,
Mungkin bukan sekarang untuk rasa
cinta terbalaskan
Sedangkan hati ini bagaikan irisan
bombay
Terus dan terus saja mewek aku bukan
anak bungsu padahal
Cengeng banget sihh,
Tapi aku bahagia bisa lihat bearly,
dan rasa bahagia yang pernah dilewati
Tak akan pernah bisa aku lupakan
sampai kapanpun
Dan rasa sayang itu takan pernah
berbada masih tetap sama
Akuakan selalu sayang, dan selalu
ada”
Dari sana marsha seperti dijatuhkan dari meluncur dari
atas ke kolam ikan, dan setelah dikolam ikan digigit ikat seperti di terapi.Dia
selalu mencoba bangkit, dan semua seperti seakan baik-baik saja.
Tiba-tiba sahabatnya melina dan lyla ke rumah marsha
untuk memberikan surat perlombaan seni di ultah kampus dan tepatnya seminggu
lagi, melina menelpon dia sudah di depan rumah sore itu sama lyla
KRING...KRING...!
Marsha menutup dearynya tak sadar karena buru-buru
dearynya hanya di simpan di meja dan langsung keluar untuk membuka pintu
sahabatnya yang datang kerumahnya.
“hello, ayo masuk, datangnya ngedadak banget ada
apa?”,dengan bingung marsha dan mengajak masuk ke kamarnya karena kamarnya
dekat dengan ruang tamu mereka suka main dikamarnya, karena kamarnya seperti
tempat hiburan ada semuanya, game ada, tv ada, cd ada, pc ada semuanya deeh.
“ih waw, itu permen lolipop kan ihh banyaknya 1000
lolipop yang ada mungkin ya banyak banget di keranjang permen, dasar cewe
lolipop kau marsha”, dengan terkesan-kesannya melina.
“Pengen, ambil saja!”,tawarannya
Sambil duduk melina memberikan surat kepada marsha
“ini ada surat pentas seni di ultah kampus, seminggu lagi sihh tapi surat ini
saya sampaikan di hari minggu ini supaya ada ide kamu mau nampilkan apa nanti
pentas lombanya”
“HAH? Perasaan aku gak pernah niat deh buat
ikutan,”bingung marsha..
Cubit marsha”Awwwwww...sakit tahu lyla nyubitnya itu
sakit kaya di gigit semut dasar semut kau”, marsha sambil mengelus-ngelus bekas
cubitan ditangan oleh lyla.
“Beneran kaya semut, bukan kaya disuntik IC yahh?”,sambil
ngomel karena lyla kurang suka dengan sifat pasrah tanpa mencoba.“Habisnya kau
ini ada-ada aja belum apa-apa udah menyerah saja gak mau ikutan?”,
“Iya gak pernah niat tapi menjadi hoby kan, kau pernah
juara 1 di kota bandung ini kan, karena
monologmu bagus waktu itu kurasa kau selalu menampilkan karya
keren-keren’’, memberikan keyakinan melina kepada marsha.
“nah kita diharapkan untuk mengikuti setiap
perlombaan” dari banyaknya perlombaan lyla menyudutkan pilihan untuk marsha
perwakilan kelas kita untuk monolog karena dia kan orangnya cerewet dan rame
juga dalem banget kalau lagi berekspresi, dan mencoba menawarkan untuk marsha
dan merayu marsha saat menolak untuk tidak ikut, dan lyla pun meluluhkan marsha
untuk ikutan monolog.
“Kamu pas banget ikut monolog”, singkat melina
bertubuh mungil, tinggi, putih itu.Dan ketika itu melina ada sms dari ibu nya
ada tamu di rumahnya harus segera pulang dan melina pamit untuk pulang kepada
marsha dan lyla.
“marsha, lyla aku pamit pulang duluan yah, ada tamu
untuk kumpul reuni, aku lupa sore ini aku ada janjian sama reuni SMA, dan
jangan lupa ditunggu kabar baiknya marsha, byeeeee”,sambil menutup pintu, pas
suara pintu terdengar seperti hentakan marah melina terhadap marsha perasaannya.
“Ohya. Temanya bebas kok, kita semua dukung pokonya
dan jangan lupa ada musiknya juga ya”, saran lyla..
“ia saya diusahan, saya akan ikut perlombaan itu, bye
the way aku lupa bawakan airnya bentar yah aku bawakan dulu”, marsha pun tidak
ada di kamar.
Dari catatan deary nya saat marsha ke dapur bawa air
untuk sahabatnya, deary kesentuh sama lyla dan dearynya yang disimpan dimeja
jatuh dan tepat di bawah terbuka halaman yang tadi marsha tuliskan dan tak
sengaja terbaca... dan ada tulisan jam 16.00 dihari ini di tuliskan...
Saat itu, lyla tahu semuanya tentang marsha, dan saat
itu untuknya melina sudah pulang karena di telpon mama nya ada tamu dan marsha
pun berkata pada lyla jangan kasih tahu melina tentang hal ini, dan lyla pun
menutup secara rapat-rapat.
Saat marsha mengambil air langsung menyimpannya dan
masuk ke kamar, marsha kaget lyla dengan posisi melihat deary yang akan di
simpan dimeja yang dari sebelumnya terjatuh.
“Lyla apa yang
sedang kau lakukan, berani-beraninya buka deary orang tanpa seizin yang punya
nya”, sedikit marah marsha pada lyla.
“Maaf, tak sengaja buku dearymu terjatuh olehku dan
saat jatuh halaman tadi yang kau tuliskan terbaca maaf, dan... dan...”
“Apaaaaaaaa, KAU MEMBACANYAAAAAA, dan, dan apa, yaaah
aku menyukai bearly kenapa?”, seketika marsha mengakui semuanya, karena sudah
terlanjur dan salah marsha sendiri buku rahasia tidak disimpan seperti biasa
malah dimana aja harus nya di simpan di rak buku.
“Aku baru tahu ternyata, ya ternyata kau sedikit
merenung dan tertawa kau suka sedih juga dengan keadaan itu”, sambil gagap
berkata dan heran.
“Aku memang manusia biasa”, sesingkat itu marsha
menjawab, dengan suara menurun dan menangis..
“Hiks, Hiks, jujur saja tidak apa-apa kau jujur
tentang hal ini, jangan menangis, sudahlah”, lyla coba menenangkan kegalauan
marsha.
“Ya aku suka bearly, aku konyol bilang ini padamu,
seakan apa yang aku bicarakan sekarang adalah alasan gila harusnya ku masuk RSJ
dengan perasaaan ini”, terus marsha menangis dan menundukan kepalanya.
Lyla pun menghapus airmatanya dan memeluk marsha
mencoba menenangkannya.
“jangan ngawur, hati boleh saja elor tapi otakmu ini
jangan elor HAHA”, lyla sedikit bercanda
“Gak lucu lyla”, marsha bilang sambil tersenyum...
“Hmm, masa Cuma dengan hal ini kau masuk rumah sakit
jiwa jangan lakukan ayolah cepet sadar”, sambil melepaskan pelukannya dan
menggoyangkan pundaknya untuk sadar.
“sehat kali aku, engga usah di gitu-gitu juga keles,
rempong deeh”, cepat berkatanya marsha.
“Masa?”,jawab lyla dengan usilan.
“BODOoooooo HAHAHA...”
Aku seperti menjitak diri aku sendiri? Dengan perasaan
yang salah. Tapi perasaan yang salah ini atau kah benar aku tak peduli tentang
ini yang terfokus hanya dia dia dia tidak yang lain.. Hanya dengan ikut
merasakan kasih sayangnya dan mengingat dan melihatnya itu sudah luar biasa
buatku. Buakku semangat ya...
***
SEMINGGU KEMUDIAN...
Setelah seminggu penuh marsha latihan monolog hingga
akhirnya hari ultah kampus GREEN ONE pun acaranya hari ini, paling malas itu
kalau sudah minggu ke senin terkadang susah bangkit dari kasur, efek semalaman
berlatih juga untuk pentas esoknya.
Bangun pagi kesiangan marsha melihat jam dinding tepat
jam 7 kurang 15menit, dari bangunnya dia melihat jam dinding dan tidur lagi,
dan baru sadar.
“HAHHHHhhh... tujuh kurang limabelas menit”, langsung
berlari ke air untuk mandi dan buru buru sarapan Cuma susu dan roti langsung
berangkat memakai motor sendiri dan pesan juga telpon tidak terjawab dari
sahabatnya baru ke baca.
Dan pas banget masuk gerbang, pas di kunci gerbang
sama satpamnya, tiba-tiba marsha
memberikan 2 permen lolipop sebagai hadiah karena menenangkan hatinya, dan
kebetulan satpam nya cowo cewe, lolipop diberikan kepada satpam cewe saja.
Dan mendekat sahabatnya, dengan lapangan pentas di
dekorasi se indah dan semenarik mungkin dengan hiasan balon-balon dan
gambar-gambar bintang..
Dikerumunan orang marsha mencari sahabatnya, dan
ketemunya. “Pagi, aku cari-cari ternyata ada disini kalian, di balik pohon
seperti silaru saja,”
“Ya ampun ini bukan di balik pohon tapi miniatur pohon
yang terbuat dari kertas karya seni tapi berbentuh lampu-lampu gitu warna-warni
bukan silaru”, kata lyla
“kita dong mungkin silarunya ahhh dasar nihh
ngata-ngatain kita”, melina sambil ketawa-ketawa dan senggol-senggol badan.
“bearly kemana dia sudah siap menampilkan sesuatu”,
jawab lyla.
“yah pasti dia menampilkan lagu terbarunya, kita lihat
suara indahnya nanti’’,melani menjawab seakan tidak terjadi apa-apa.
“Suara dilihat? suara di degar yes, ngawur nih anak
baru bangun tidur yah “, alfha cowo di kampusnya yang agak centik dan sedikit
seperti cowo ngocokin perut deeh pokonya dengan tubuh gendutnya bikin orang
pada gemes ..
“Iyaah”, dengan lantangnya.
“Jiaah PD selangit baru bangun tidur aja, ampun nih
anak perawan”, sindiran alfha dengan 2 sahabatnya.
“Ihhh apa-apaan sih ikut-ikut gabung obrolan kita,
nguping yah?”,marsha menuduh dengan fakta.
“Iya nguping orang punya telinga, kamu tuh ngomongnya
kaya pake speaker yang ada di mesjid-mesjid, ngomong aja suka kaga ada titik
koma, ngomong apa minta sedekah ”,sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.
“Dasar usil banget sihh, sana-sanahhhh tak berurusan
aku bikin sensi saja padahal belum PMS kan nge langgar waktu PMS aja si gendut
itu dasar jin tomang”, mengusirnya alfha sikocak yang bikin ulah.
Alfha usil padahal baik, dan kocak dengan gaya cupu
nya..
ACARA PUN DIMULAI PUKUL 08.00
Kita lihat penampilan-penampilan banyak perlombaan
dari dance, nyanyi, basket, monolog dan bla bla bla...
PENAMPILAN BEARLY
Penampilan bearly saat menyayikan lagu merdu sekali
dan marsha menatap lebih kuat dan tajam.
“Melihat kau baik-baik saja, itu sudah menjadi kabar
baik untukku, Gumam dalam hatinya”, saat marsha bergumam lyla melihat marsha
seakan matanya berkaca-kaca dan senang melihat penampilan bearly.
Lapangan basket meriah sekali, di pentas seni ini
bearly nanyikan menyindir melina sahabatnya.
JREeeeeng, jreeeengggg... bearly dengan 4 personilnya,
dan bearly memegang gitar dan vokal.
JUDUL : 10 RASA dengan TERLANJUR SAYANG
walau arah mata angin melawan tapi aku bertahan dan aku berjalan
Cinta memang aneh, cinta tak mengenal siapa kamu dari mana datangnya
Cinta yang ku tahu mengandung banyak arti dan anugrah
Dari mulai ku mencintai fisika ku mencintainya
Tak pernah untuk membuang perasaan ini
Saat ku tahu kau telah ada yang memiliki
Pernah ku coba menghindari, Aku paksa melupakan namun wajah mu tak dapat
luntur tetap subur di sanubari
Dipikiranku hanya ada kamu, aku memang lelaki kuat
Kuat bisa menahan cinta untuk tetap bisa menjadi yang terbaik
Memang berat kenyataan ini
Tapi ku senang dan menikmati
Ku rindukan belaian kasih sayang hari-hari dirimu aku rindukan
Ku dambakan kasih suci gurauanmu yang manja aku tergoda
Mengertilah, pahamilah, mahligai kasih sayang ini
Akan ada selamanya
Setelah marsha terpukau dan seakan kaku seluruh
tubuhnya, dia sadar bahwa lagu ciptaannya pasti diciptakan untuk melani.. Dan
marsha mencoba terus menarik nafas untuk menenangkan dan tetap berlaku baik
kepada sahabatnya, karena marsha yakin seyakin-yakinnya semua ini pasti ada
hikmahnya karena jika marah tidak ada gunanya yang ada kesan tidak baik.
Tetap tegar juga memperhatikan penampilan pentasnya yang
akan ber monolog sedih bertema pantang menyerah.
Ultah Kampus Fisika telah datang meriah sekali
acaranya dan bearly bersama band bearly lovers dia menyanyikan lagu karangan
nya yang menyindir melina, dan marsha berdrama seakan monolog sedih tapi
menjadi suntikan semangat. (Marsha lomba monolog
drama sendiri tema pantang menyerah, dramanya dia sambil memakan permen lolipop
dari sana marsha dipanggil sama temannya si cewe lolipop)
Isi dari monolog marsha kesimpulannya
“Motivasi penonton untuk: percayalah Tuhan pasti punya
rencana yang paling indah kunci dari kehidupan adalah sabar dan iklas”
DETIK>>>DETIK>>>SIAPA PEMENANGNYA???
Dan dari musik bearly juara 2 dari 3 pemenang, dan
marsha juara monolognya yang keren dan heboh saat tampil itu yang memukau dia
juara 1, piala pun berdatangan.
setelah pengumuman bahwa monolog bertema “ pantang
mengeluh” menjadi juara 1 tidak sadar bearly memberikan ucapan selamatnya
sambil memberi kado berisi novel favoritnya, dan bearly berkata untuk tidak
buka disini tapi dirumahnya.
“selamat yahh marsha, nih buat kamu”,sambil memberikan
kado berbentuk kotak
“Bearly kau itu seperti final sepak bola, sulit
ditebak”, sambil terharu marsha sambil mengambil kado kotak dari bearly, mimpi
apa semalam.
“makasih, ini lolipop untukmu?”, marsha memberikan
lolipop tapi yang dipegang permen karet dan mencari lagi disakunya bukan permen
karet tapi lolipop”Eh ini lolipop nya heee”, sambil memberikan dengan senang
hati.
Beberapa menit pun lyla dan melani mengucapkan selamat
juga dan batuk-batuk di mainkan, ekhm ekhm... “Ada apa sihh? Seperti ada demo
yah bearly?”, marsha nanya konyol pada bearly padahal sudah tau itu lyla.
Keseruan dikelasnya pun banyak mengucapkan, “selamat
yah nona lolipop kau telah mewakili dan memenangkan perlombaan ini, kami semua
senang. Dan bingkisan yang dikasih Ketua kelas di makan buat sekelas hadiah
dukungan untuk mereka semua.
Karena keberhasilannya mereka ber-4 bersyukur dan
memenangkan piala, piagam dan amplop dan mereka traktir sahabatnya di villa
green tongkrongan biasanya, sampai berlarut-larut malam merayakannya..
Dan berpelukaaaaaaaaaaaan...
***
Hidup ini bagaikan permen lolipop dan permen karet, yang selalu melekat dan
selalu ridho dengan perasaan ini. Menjadi orang baik itu memang ujian dan
melakukannya memang sebuah keberanian, tak apa aku tak memiliki asalkan aku
masih bisa berbagi segalanya, berbagi kebahagiaan
Dan akan selalu ada untuk perasaan ini, akan selalu ku absen karena hidupku
menjadi berwarna seperti putaran warna lolipop yang melingkar yang terkadang
bikin pusing namun mengejutkan.
Menghargai sebuah perasaan memang lebih baik, terkadang ada yang terlukai
dan ada yang bikin senang namun inilah cinta, seperti langit yang tidak ada
ujungnya untuk mencintai dan menyayanginya
Selamanya, untuk dia yang hanya sebatas
warna melingkar dalam lolipop
namun, akan selalu ada selalu bersama dalam hidup ini...
untuk melangkah bersama dan saling memberi kebahagiaan
meski hanya sebuah persahabatan.
SINOPSIS
Aku suka memberi arahan dan bikin semangat untuk orang
banyak, tapi terkadang aku sendiri terkadang tidak semangat.
Marsha cinta ke bearly dan marsha bijak orangnya suka
beri solusi dan semangat, namun terkadang marsha sendiri kadang cengeng dan
mewek saat orang yang disuka bearly suka sama melina sahabatnya sendiri, dan
marsha pura-pura kuat saat dijatuhkan dengan prasangka salah ini marsha mewek
setiap malam ketika tingkah bearly telah diceritakan padanya pada siang hari
dikantin.
KUAT BAGAI BATU, WARNAI HIDUPKU OH WARNA LOLIPOP
~THE END~
Pena : Yhayank Aiiu
Ditulis : 28.08.14 jam 16.00 - 19.30 wib 2jam setengah
cerpen selesai
hanya cerpen imajinasi dan terimakasih
untuk mem post kan dengan nama karyanya~
